Ketua Presedium IPW, Neta S Pane, menyayangkan atas pernyaan Maber Polri yang menyatakan" Mabes Polri mempersilahkan jika Norman ingin keluar dari Polri asalkan membayar uang kompensasi. Norman dianggap masih terikat ikatan dinas selama 10 tahun. Saat ini Norman baru mengabdi selama 6 tahun".
Menurut Neta "Hal tersebut bukanlah solusi yang arif seharusnya Briptu Norman jangan dibiarkan keluar dari polisi, kalau keluar yang rugi polisi. Norman membawa warna baru sehingga masyarakat bersimpati sama polisi," detikcom, Selasa (20/9/2011).
Neta menyarankan, agar posisi Norman sebaiknya dipindah dari Brimob ke bagian Humas. Posisi Humas yang banyak bersentuhan dengan masyarakat akan semakin memunculkan kesan ramah jika Norman berada di sana. Waktu bekerja di Humas dinilai lebih fleksibel untuk Norman ketimbang di Brimob.
"Sebaiknya Norman dipindahkan dari Brimob ke Humas. Sehingga misi polisi bersahabat dengan masyarakat dapat terwujud. Norman dapat menarik simpati masyarakat," jelasnya.
Namun Neta tetap mengingatkan, sebagai prajurit Norman harus menomorsatukan tugasnya di Polri. Loyalitas sebagai anggota di atas kepentingan pribadi. "Tetap tugas di Polri diprioritaskan," tandasnya.
Saat diundang ke Jakarta, Norman melakukan road show ke berbagai acara menunjukan kebolehannya melakukan lip-sync. Aksi Norman pun membuat pendapatannya meningkat secara luar biasa di luar gaji sebagai anggota Brimob. Terlebih lagi sambutan positif dari masyarakat.
Namun pelan-pelan, Norman seperti melupakan tugas utamannya sebagai anggota Brimob. Norman disebut-sebut sering manggung tanpa diketahui oleh pimpinan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar