Keponakan Raja Arab Saudi, Pangeran Al Walid Bin Talal, yang merupakan konglomerat , pemilik berbagai perusahaan di dalam negeri dan di luar negeri, seperti Rupert Murdoch News Corp, Citigroup, dan Apple dan pemilik proyek Kindom Tower di kota Jeddah setinggi 1.000 meter merupakan proyek prestisius pangeran tersebut yang akan melengserkan tahta pencakar langit tertinggi di dunia Burj Khlalifa di Dubai.
Akan tetapi berita proyek prestisius tersebut sekarang ini kurang menarik dibandingkan dengan kasus hukum yang dituduhkan kepadanya, karena kasus perkosaan terhadap seorang gadis muda yang berprofesi sebagai model berkewargaan ganda Jerman dan Spayol.
Pengadilan Spanyol baru-baru ini membuka kembali penyelidikan kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh Al Walid. Ia dituding memperkosa seorang gadis muda di Pulau Ibiza pada tahun 2008 diatas yacht milik Al Walid.
Dalam kesaksiannya, ia menyatakan sejenis obat telah dicampurkan ke dalam minumannya di sebuah klub malam. Saat bangun di pagi harinya, perempuan berumur 23 tahun itu kaget. Dia berada di tempat tidur di sebuah yacht dan telah menjadi korban pelecehan seksual.
Dokumen pengadilan yang didapatkan CNN menyebutkan korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib di Ibiza, namun hakim lokal menangguhkan laporan itu karena dianggap tak cukup bukti. Pada Juli 2010 kasus itu dinyatakan ditutup.
Banding diajukan ke pengadilan tinggi, Balearic Island Provisional Court. Kali ini berhasil. Pengadilan memutuskan kasus tersebut layak dibuka kembali.
Menurut salah satu dokumen, pihak korban berargumen pengadilan pertama menolak kasus itu karena pelakunya adalah orang kuat dan berpengaruh di Arab Saudi.
Pihak Al Walid tak tinggal diam, Kingdom Holding Company, perusahaan investasi raksasa miliknya merilis bantahan resmi dan menyebutnya sebagai tuduhan palsu.
"Pertemuan tersebut (antara Al Walid dan korban) tidak pernah terjadi. Tak hanya bahwa Pangeran tidak berada di Ibiza pada 2008, dia bahkan tidak pernah ke sana selama satu dekade," kata juru bicara Kingdom Holding Company, Heba Fatani, seperti dimuat Gulf Times. "Yacht milik Al Walid, "Kingdom 5KR" juga tak tercatat berada di Ibiza selama tahun 2008. Juga tak pernah ada kapal yang dia sewa di sana."
Pengadilan Spanyol baru-baru ini membuka kembali penyelidikan kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh Al Walid. Ia dituding memperkosa seorang gadis muda di Pulau Ibiza pada tahun 2008 diatas yacht milik Al Walid.
Dalam kesaksiannya, ia menyatakan sejenis obat telah dicampurkan ke dalam minumannya di sebuah klub malam. Saat bangun di pagi harinya, perempuan berumur 23 tahun itu kaget. Dia berada di tempat tidur di sebuah yacht dan telah menjadi korban pelecehan seksual.
Dokumen pengadilan yang didapatkan CNN menyebutkan korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib di Ibiza, namun hakim lokal menangguhkan laporan itu karena dianggap tak cukup bukti. Pada Juli 2010 kasus itu dinyatakan ditutup.
Banding diajukan ke pengadilan tinggi, Balearic Island Provisional Court. Kali ini berhasil. Pengadilan memutuskan kasus tersebut layak dibuka kembali.
Menurut salah satu dokumen, pihak korban berargumen pengadilan pertama menolak kasus itu karena pelakunya adalah orang kuat dan berpengaruh di Arab Saudi.
Pihak Al Walid tak tinggal diam, Kingdom Holding Company, perusahaan investasi raksasa miliknya merilis bantahan resmi dan menyebutnya sebagai tuduhan palsu.
"Pertemuan tersebut (antara Al Walid dan korban) tidak pernah terjadi. Tak hanya bahwa Pangeran tidak berada di Ibiza pada 2008, dia bahkan tidak pernah ke sana selama satu dekade," kata juru bicara Kingdom Holding Company, Heba Fatani, seperti dimuat Gulf Times. "Yacht milik Al Walid, "Kingdom 5KR" juga tak tercatat berada di Ibiza selama tahun 2008. Juga tak pernah ada kapal yang dia sewa di sana."
Pernyataan tersebut menjawab laporan yang ditulis New York Times--media yang kali pertama memberitakan soal ini.
Heba Fatani menambahkan, Al Walid pun terkejut mendengar tuduhan itu. Apalagi, ia tak pernah mengetahui ada gugatan yang dialamatkan padanya dan pengacaranya pada 2008 lalu itu.
"Ada banyak kasus, orang-orang menyamar sebagai Pangeran Al Walid di Internet atau di beberapa tempat, dengan tujuan tertentu. Mungkin perempuan muda di Ibiza tersebut adalah korban penipuan. Kami mengharapkan informasi selanjutnya dari New York Times," kata Fatani. (kd)
(silahkan baca juga postingan lagu baru ariel bisa di download gratis, norman kamaru keluar dari kepolisian RI



Tidak ada komentar:
Posting Komentar