"Dari perspektif kami, kami tunduk pada hukum, kami akan bekerja sama dengan operator untuk membantu mereka memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh peraturan," kata Bates, dikutip detikINET dari Reuters, Senin (19/9/2011).
Selain BBM, kerusuhan di Inggris juga melibatkan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Para perusuh menggalang massa via layanan itu. Sampai-sampai sempat dipertimbangkan aturan untuk menutup jejaring sosial jika potensi kerusuhan muncul kembali.
Namun demikian, sikap pemerintah Inggris kemudian melunak setelah bertemu dengan para eksekutif RIM, Twitter serta Facebook. Para perwakilan tersebut menyatakan media sosial sesungguhnya juga banyak berguna dalam situasi krisis.
Richard Allan, Director of Policy Facebook menyatakan media sosial akan membantu komunikasi antara teman dan keluarga dalam kondisi kerusuhan. Misalnya untuk mengabarkan kondisi bahwa mereka baik-baik saja.(Sumber Detik)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar